ASAL MUASAL TELAGA WARNA
Dahulu kala, hiduplah seorang raja dan permaisuri yang belum dikaruniai anak. Padahal, mereka sudah menunggu selama bertahun-tahun.
Akhirnya, sang raja memutuskan untuk bertapa di dalam hutan. Ia terus berdoa kepada yang Maha kuasa. Ia meminta agar dikaruniai seorang anak.
Akhirnya, doa sang raja pun terkabul. Sang permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Mereka sangat berbahagia akan hal itu. Semua rakyat pun menyambut kelahiran putri raja dan permaisuri.
Raja dan ratu selalu menyayangi putrinya itu. Mereka terus memanjakannya. Semua permintaanya selalu dituruti.
Tak terasa, sang putri tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Pada saat ulang tahunnya yang ke-17, raja mengadakan pesta besar-besaran. Semua rakyat diundang. Raja dan permaisuri sudah menyiapkan hadiah istimewa berupa kalung yang dihiasi oleh untaian permata berwarna-warni. Saat acara berlangsung, raja menyerahkan hadiah tersebut kepada sang putri. Namun, putri menolaknya dengan kasar. Menurutnya, kalung itu sangat jelek sekali. Permaisuri terus membujuk putri agar mau memakai kalung tersebut. Namun, putri malah marah dan menepis tangan permaisuri. Kalung itu jatuh dan tercerai-berai.
Permaisuri termenung sedih karena melihat tingkah laku putrinya itu. Air matanya mengalir deras dan terjatuh di lantai. Lama-kelamaan, air mata itu berubah menjadi aliran air yang menghanyutkan permata-permata yang terjatuh. Aliran air itu mengalir keluar istana dan membentuk sebuah danau. Danau itu berwarna persis seperti kalung yang diberikan oleh permaisuri kepada putri. Danau itu dikenal sebagai Telaga Warna.
Unsur Intrinsik cerita telaga warna
1. tema : kemanusiaan
2. alur : menggunakan alur maju
3. tokoh dan watak :
-Sang raja : penyayang, bijaksana, baik hati
-Sang ratu/permaisuri : orang yang penyayang
-Sang putri : manja, anak durhaka pd kedua org tua nyah, pemarah
4. latar :
Latar tempat : istana
Latar suasana : sedih, senang, mengejutkan
5. amanat : kita harus bersyukur dan menerima pemberian orang lain dan jangan sekali kali kita durhaka kepada orang tua karena itu perbuatan yang sangat tidak baik dan tidak sopan